Pengertian Cors dan Titik Ikat (BENCHMARK)

General Consultan

Pengertian Cors dan Titik Ikat (BENCHMARK)

Pengertian

  • CORS (Continuously Operating Reference Stations) adalah suatu teknologi berbasis GNSS ((Global Navigation Satelite System) yaitu metode pengoperasian satelit yang terdiri dari gabungan beberapa sistem satelit navigasi seperti GPS (Amerika), GLONASS (Rusia) Galileo (Uni-Eropa), dan Beidou (Cina) yang menyediakan informasi posisi, ketinggian, kcepatan, dan waktu dari receiver) yang dibangun permanen dan berwujud sebagai suatu jaringan kerangka geodetik yang pada setiap titiknya dilengkapi dengan receiver diatasnya yang mampu menangkap sinyal dari satelit-satelit GNSS yang beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari, 7 hari per minggu dengan mengumpulkan, merekam, mengirim data, dan memungkinkan para pengguna memanfaatkan data untuk penentuan posisi.

Jaringan stasiun CORS dikontrol jarak jauh dan diawasi dengan menggunakan sistem jaminan kualitas yang diotomatisasi, serta dilakukan pemeliharaan secara ilmiah. Selain itu sistem CORS terintegrasi dengan International Earth Rotation and Reference System Service, sehingga memberikan posisi yang bereferensi global dan datanya dapat diakses lewat internet oleh setiap penggunanya.

Tujuan

Tujuan utama dibangun CORS adalah sebagai titik ikat yang memiliki radius cukup dekat dengan titik pengukuran untuk memperoleh kualitas data yang baik.
Keberadaan stasiun-stasiun IGS (International GNSS Service) dapat dijadikan sebagai referensi dalam pengukuran batas bidang tanah di Indonesia karena lebih luas dan bervariasi. Namun ada banyak kendala jika menggunakan IGS sebagai titik ikat langsung pengukuran bidang tanah. Selain akan mempengaruhi nilai ketelitian yang dihasilkan dikarenakan jaraknya yang jauh, pengolahan data dari pengukuran yang terikat pada IGS juga membutuhkan kemampuan perangkat lunak yang memadai dan tidak mudah dalam pengolahannya. Untuk itu tetap diperlukan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai, berkualitas dan memiliki ketelitian tinggi agar strategi pengolahan data yang diterapkan dapat menghasilkan data yang berkualitas.

  • Titik ikat/ Benchmark (BM) adalah titik acuan atau patokan yang di pakai dalam melakukan pengukuran dan diketahui ketinggiannya dan sudah mempunyai koordinat fixed, dimana titik-titik ini tersebar keseluruh daerah pemetaan dengan ketinggian yang setara serta diletakkan di lokasi strategis dan jelas yang dapat dijangkau dari seluruh penjuru. Benchmark (BM) merupakan pilar yang dibuat sebagai titik tetap yang menunjukkan posisi (X,Y) dan ketinggian (Z).

Benchmark bersifat permanen, terbuat dari pilar beton yang biasa disebut dengan patok dengan tanda diatas atau disamping sebagai titik ketinggiannya. Bersifat permanen karena dipasang secara kuat pada batuan, pohon, gedung, maupun dikubur di dalam permukaan tanah. Dengan demikian, kita dapat mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di masa yang akan datang.

Keberadaan Benchmark sangat bermanfaat untuk :

  1. Mempersatukan area situasi pengukuran yang terpisah kedalam satu koordinat global.
  2. Memastikan area situasi pengukuran berada dalam wilayah yang diijinkan oleh pemerintah
  3. Mengefisiensikan pekerjaan survey kedepannya.

Ada 2 jenis Titik Ikat  Benchmark (BM), yaitu :

  1. Titik kontrol vertikal yang menandai elevasi dengan sangat tepat di atas bidang datum standar (ketinggian di atas permukaan laut) 
  2. Titik kontrol horizontal yang menetapkan lintang dan bujur suatu lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *