PENGERTIAN TENTANG GCP DAN ICP

General Consultan

PENGERTIAN TENTANG GCP DAN ICP

Citra satelit atau penginderaan jauh merupakan perangkat untuk keperluan informasi pemetaan guna lahan dan tutupan permukaan lahan, GIS/SIG (sistem informasi geografis). Hal yang perlu diperhatikan dalam penginderaan jauh adalah bagaimana memperoleh data secara geometri dari sebuah citra. Untuk memperoleh citra yang benar adalah dengan cara koreksi geometri (kegiatan memperbaiki kemencengan (eror), rotasi dan perspektif citra sehingga orientasi, projeksi dan anotasinya sesuai dengan yang ada pada peta). Maka dari itu untuk menghindari berbagai kesalahan pada pembacaan data citra, salah satu cara yang dilakukan ialah koreksi geometri dengan menggunakan pengukuran titik kontrol tanah (GCP) dan titik cek bebas (ICP) diberbagai tempat / daerah yang diamat agar diperoleh ketepatan yang maksimal.

PENGERTIAN

Titik kontrol tanah, Ground control points (GCP)
yaitu titik-titik referensi peta atau titik-titik sekutu yang sudah diketahui koordinatnya di bumi terhadap citra yang belum terkoreksi geometrik. Penempatan titik-titik GCP diusahakan merata pada area yang tercakup dalam citra dengan tujuan agar tiap area terkoreksi geometrik sama baik. GCP membantu meningkatkan akurasi peta yang dihasilkan. Penggunaan GCP pun diatur sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu jarak antar GCP maksimal 2,5 kilometer.


Titik cek bebas, Independent control point (ICP)
yaitu titik-titik yang sudah teridentifikasi pada citra dan peta referensi tetapi berlainan posisi dengan titik-titik kontrol tanah. Titik cek bebas bertujuan untuk menguji keakuratan titik kontrol tanah (GCP) dan ketelitian citra hasil koreksi geometrik. Penempatan titik-titik ICP diusahakan terdistribusi merata dan tidak keluar dari area titik-titik GCP. Pada umumnya dibuat menyebar dipinggiran foto dan diadakan dengan dua cara, yaitu :

  1. Pre-marking adalah mengadakan titik target sebelum pemotretan dilaksanakan.
  2. Post-marking adalah mengidentifikasi obyek yang terdapat pada foto, kemudian ditentukan koordinat petanya

Alat yang biasa digunakan pada pengukuran GCP dan ICP ini adalah :

Alat

  1. Total station (TS)
  2. Jika ingin lebih mudah bisa menggunakan GPS Geodetik dual frekuensi dengan sistem RTK (Real-Time Kinematic).
    1. GPS Geodetic            : Memiliki sistem penerima (receivers) dual frekuensi yaitu mampu menangkap 2 signal L1 dan L2 bersamaan. Digunakan untuk keperluan survey dengan ingkat akurasinya sangat tinggi dan tingkat kesalahannya dibawah centi meter.
    2. GPS Mapping             : Memiliki frekuensi tunggal (single frequency) yang berfungsi menerima dan mengumpulkan data-data spasial untuk kemudian dituangkan dalam kegiatan GIS/SIG (sistem informasi geografis).
    3. GPS Navigasi              : Memiliki kemampuan lebih rendah dari GPS Mapping karena keterbatasan pada track log dan penyimpanan waypoint bahkan fasilitas kompasnya tidak bisa ditemui.
  3. Drone

Syarat Persebaran Titik

  • Titik GCP :
    • Pada sisi area citra
    • Pada area tengah citra
    • Pada wilayah perbatasan
    • Pada area citra (tersebar secara merata)
  • Titik ICP :
    • Objek yang digunakan harus memiliki sebaran yang merata diseluruh area yang akan diuji.
    • Pada setiap kuadran jumlah minimum titik uji adalah 20% dari total titik uji (GCP).
    • Jarak antara titik uji minimum 10% dari jarak diagonal area yang diuji.
    • Untuk area yang tidak beraturan, pembagian kuadran dilakukan dengan membagi wilayah kelompok menjadi beberapa bagian.
    • Titik ICP :
    • Objek yang digunakan harus memiliki sebaran yang merata diseluruh area yang akan diuji.
    • Pada setiap kuadran jumlah minimum titik uji adalah 20% dari total titik uji (GCP).
    • Jarak antara titik uji minimum 10% dari jarak diagonal area yang diuji.
    • Untuk area yang tidak beraturan, pembagian kuadran dilakukan dengan membagi wilayah kelompok menjadi beberapa bagian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *